Jumat, 20 Mei 2011

Ciri-ciri kerusakan pada motherboard


1. Sering terjadi hang
Penyebab :
- Memory tidak cocok
- Ada virus di harddisk
- Over Clock
- Ada bad sector di harddisk
Solusi :
- Ganti Memori
- Scan harddisk
- Seting kembali clock prosesor
- Partisi harddisk dengan benar


2. Pembacaan data menjadi lambat
Penyebab :
- Memory tidak cukup
- Harddisk penuh atau ada virus
Solusi :
- Tambah Memory
- Kurangi isi harddisk, scan harddisk, atau
ganti dengan harddisk yang kapasitasnya besar

3. CMOS failuer
Penyebab :
- Baterai habis
- Seting BIOS berubah
Solusi :
- Ganti baterai CMOS
- Seting kembali BIOS

4. Tidak bisa booting
Penyebab :
- Cache memory rusak
- Memori tidak cocok.
- Boot sector pada harddisk rusak
- Ada bad sector pada trek awal harddisk
Solusi :
- Disable eksternal cache memory di BIOS
- Ganti Memory
- Masukkan operating system baru
- Partisi harddisk

5. Suara bip panjang berkali-kali
Penyebab :
- Memory rusak
- Memori tidak cocok
- Memori tidak masuk slot dengan sempurna
Solusi :
- Periksa kedudukan memori
- Ganti memory
- Periksa kembali kedudukan memori

6. Suara bip bagus tetapi tidak ada tampilan atau bip dua kali
Penyebab :
- VGA card rusak
- Slot VGA tidak terpasang sempurna
Solusi :
- Ganti VGA card
- Periksa kedudukan VGA

7. I / O disk error
Penyebab :
- Sistem di harddisk rusak
Solusi :
- Perbaiki harddisk

8. Floppy disk failuer
Penyebab :
- I/O rusak
- Floppy rusak
- Kabel floppy putus
- Tegangan power suplai tidak cukup
Solusi :
- Ganti I/O
- Periksa floppy
- Periksa kabel floppy
- Periksa tegangan power suplai ke floppy

9. Motherboard mereset sendiri atau tidak bisa booting
Penyebab :
- Power suplai tidak normal
- Motherboard kotor (berdebu)
Solusi :
- Ganti power suplai (dengan daya yang lebih besar)
- Bersihkan

10. Kapasitas harddisk tidak normal
Penyebab :
- Setting jumper I/O tidak benar
Solusi :
- Periksa setting jumper I/O harddisk

11. On board tidak jalan
Penyebab :
- On board rusak
- Setting on board tidak benar
Solusi :
- Ganti dengan card
- Periksa setting on board

12. Tampilan di layer ada huruf yang berkedip-kedip atau muncul garis
Penyebab :
- VGA card rusak
Solusi :
- Ganti VGA card

13. Mouse tidak berfungsi
Penyebab :
- Mouse rusak
- On board mouse rusak
- Setting mouse tidak benar
- Driver mouse tidak cocok
- Mouse tidak terdeteksi
- Kabel mouse tidak sesuai
Solusi :
- Ganti mouse
- Ganti dengan card
- Periksa kembali setting mouse
- Periksa driver mouse
- Set up ulang mouse
- Cocokkan kabel mouse untuk on board

14. Motherboard blank (tidak ada reaksi sama sekali)
Penyebab :
- Bios rusak
- Prosesor terbakar
- Regulator jebol
- Chipset rusak
- IC reset rusak
- IC clock rusak
- Setting jumpers over clock
- Memori rusak
- Power Suply mati
- Soket PC longgar
Solusi :
- Upgrade BIOS dengan tipe yang sama
- Ganti prosesor
- Ganti IC regulator
- Ganti IC chipset
- Ganti IC reset
- Ganti IC clock prosessor
- Setting kembali clocknya
- Ganti memori
- periksa PS
- periksa slot/ soket PC

Kerusakan harddisk dan solusinya

Harddisk merupakan media penyimpan yang didesain untuk dapat digunakan menyimpan data dalam kapasitas yang besar. Hal ini dilatar belakangi adanya program aplikasi yang tidak memungkinkan berada dalam 1 disket dan juga membutuhkan media penyimpan berkas yang besar misalnya database suatu instansi.

Tentunya Harddisk akan senantiasa berkembang dari waktu ke waktu dengan kapasitas yang bertambah dan semakin maju. Dengan demikian penggunaan Harddisk dan Efisiensinya dapat dilakukan secara maksimal. Oleh karena itu , perlu mempelajari Sejarah dan Perkembangan Harddisk.

Tidak hanya itu, harddisk diharapkan juga diimbangi dari kecepatan aksesnya. Kecepatan harddisk bila dibandingkan dengan disket biasa, sangat jauh. Hal ini dikarenakan harddisk mempunyai mekanisme yang berbeda dan teknologi bahan yang tentu saja lebih baik dari pada disket biasa. Bila tanpa harddisk, dapat dibayangkan betapa banyak yang harus disediakan untuk menyimpan data kepegawaian suatu instansi atau menyimpan program aplikasi.

Biasanya penyebab kerusakan harddisk adalah :

1. Suhu yang terlalu panas.
Harddisk dengan suhu yang terlalu tinggi akan sulit melakukan proses pembacaan data. Pembacaan data akan menjadi kacau.
Suhu yang tinggi tersebut bisa disebabkan oleh karena ; sirkulasi udara dalam cpu tidak lancar, penggunaan computer yang terlalu lama, atau kipas power supply tidak bekerja.

2. Guncangan pada computer.
Guncangan yang keras pada computer bisa menyebabkan kerusakan secara fisik pada harddisk. Saat digunakan atau pada saat sedang bekerja, head harddisk mengambang diatas permukaan piringan (platter). Jika terjadi guncangan tersebut, maka head harddisk tersebut akan menyentuh bagian lain dari harddisk, sedangkan disk tersebut sedang berputar dengan sangat cepat. Maka besar kemungkinan kerusakan pada harddisk akan terjadi.

3. Mematikan / shutdown yang tidak sesuai prosedur.
Pada saat harddisk sedang bekerja atau masih bekerja, kemudian tiba-tiba tombol power langsung dicabut, maka posisi head akan berada di sembarang posisi. Hal inipun bisa menjadikan umur harddisk lebih singkat.

Tanda-tanda kerusakan harddisk :

Apabila sahabat menemui keadaan seperti dibawah ini, lakukan langkah antisipasi yaitu segeralah backup data anda. Sehingga data anda tetaplah selamat saat harddisk benar-benar rusak ( tidak dapat digunakan lagi ).

1. Sulit membaca data.
Hal ini bisa terjadi pula pada kondisi terjadi bad sector.
2. Bisa diformat, tetapi tetap tidak dapat dibaca.
Diformat bisa, tetapi tatkala digunakan untuk membaca data, head kesulitan melakukan tugas ini.
3. Tidak ada respon atau hang.
4. Terjadi bad sector.
Bad sector adalah daerah pada harddisk yang sudah tidak dapat digunakan lagi untuk menyimpan data. Bad sector ada yang sementara dan ada yang permanen.
5. Tidak ada suara mendenging.
Motor penggerak tidak bekerja dengan baik.

Langkah antisipasi agar harddisk tetap awet :

1. Berikan sirkulasi udara yang baik pada cpu.
Jangan menutup lubang pada chasing, kalau perlu beri kipas tambahan yang berhembus keluar cpu. Periksa kipas power supply agar tetap berputar.
2. Letakkan computer pada tempat yang sirkulasi udaranya lancar.
3. Mematikan secara prosedur, jangan langsung cabut kabel power supply sementara computer masih bekerja.
4. Jangan menggerakkan harddisk ketika computer sedang hidup.
5. Partisi harddisk.
6. Jangan dekatkan harddisk pada magnet.

Harddisk merupakan media penyimpan yang didesain untuk dapat digunakan menyimpan data dalam kapasitas yang besar. Hal ini dilatar belakangi adanya program aplikasi yang tidak memungkinkan berada dalam 1 disket dan juga membutuhkan media penyimpan berkas yang besar misalnya database suatu instansi.

Tentunya Harddisk akan senantiasa berkembang dari waktu ke waktu dengan kapasitas yang bertambah dan semakin maju. Dengan demikian penggunaan Harddisk dan Efisiensinya dapat dilakukan secara maksimal. Oleh karena itu , perlu mempelajari Sejarah dan Perkembangan Harddisk.

Tidak hanya itu, harddisk diharapkan juga diimbangi dari kecepatan aksesnya. Kecepatan harddisk bila dibandingkan dengan disket biasa, sangat jauh. Hal ini dikarenakan harddisk mempunyai mekanisme yang berbeda dan teknologi bahan yang tentu saja lebih baik dari pada disket biasa. Bila tanpa harddisk, dapat dibayangkan betapa banyak yang harus disediakan untuk menyimpan data kepegawaian suatu instansi atau menyimpan program aplikasi.

Biasanya penyebab kerusakan harddisk adalah :

1. Suhu yang terlalu panas.
Harddisk dengan suhu yang terlalu tinggi akan sulit melakukan proses pembacaan data. Pembacaan data akan menjadi kacau.
Suhu yang tinggi tersebut bisa disebabkan oleh karena ; sirkulasi udara dalam cpu tidak lancar, penggunaan computer yang terlalu lama, atau kipas power supply tidak bekerja.

2. Guncangan pada computer.
Guncangan yang keras pada computer bisa menyebabkan kerusakan secara fisik pada harddisk. Saat digunakan atau pada saat sedang bekerja, head harddisk mengambang diatas permukaan piringan (platter). Jika terjadi guncangan tersebut, maka head harddisk tersebut akan menyentuh bagian lain dari harddisk, sedangkan disk tersebut sedang berputar dengan sangat cepat. Maka besar kemungkinan kerusakan pada harddisk akan terjadi.

3. Mematikan / shutdown yang tidak sesuai prosedur.
Pada saat harddisk sedang bekerja atau masih bekerja, kemudian tiba-tiba tombol power langsung dicabut, maka posisi head akan berada di sembarang posisi. Hal inipun bisa menjadikan umur harddisk lebih singkat.

Tanda-tanda kerusakan harddisk :

Apabila sahabat menemui keadaan seperti dibawah ini, lakukan langkah antisipasi yaitu segeralah backup data anda. Sehingga data anda tetaplah selamat saat harddisk benar-benar rusak ( tidak dapat digunakan lagi ).

1. Sulit membaca data.
Hal ini bisa terjadi pula pada kondisi terjadi bad sector.
2. Bisa diformat, tetapi tetap tidak dapat dibaca.
Diformat bisa, tetapi tatkala digunakan untuk membaca data, head kesulitan melakukan tugas ini.
3. Tidak ada respon atau hang.
4. Terjadi bad sector.
Bad sector adalah daerah pada harddisk yang sudah tidak dapat digunakan lagi untuk menyimpan data. Bad sector ada yang sementara dan ada yang permanen.
5. Tidak ada suara mendenging.
Motor penggerak tidak bekerja dengan baik.

Langkah antisipasi agar harddisk tetap awet :

1. Berikan sirkulasi udara yang baik pada cpu.
Jangan menutup lubang pada chasing, kalau perlu beri kipas tambahan yang berhembus keluar cpu. Periksa kipas power supply agar tetap berputar.
2. Letakkan computer pada tempat yang sirkulasi udaranya lancar.
3. Mematikan secara prosedur, jangan langsung cabut kabel power supply sementara computer masih bekerja.
4. Jangan menggerakkan harddisk ketika computer sedang hidup.
5. Partisi harddisk.
6. Jangan dekatkan harddisk pada magnet.

File System dalam Sistem Operasi


Definisi File System merupakan struktur logika yang digunakan untuk mengendalikan akses terhadap data yang ada pada disk. File Sytem menyediakan mekanisme untuk penyimpanan data dan program yang dimiliki oleh sistem operasi serta seluruh pengguna dari sistem komputer. File System terdiri atas dua bagian:
  1. Kumpulan file yang masing-masing menyimpan data-data yang berhubungan.
  2. Struktur direktori yang mengorganisasi dan menyediakan informasi mengenai seluruh file dalam sistem.

Macam-macam File System

FAT (FAT16 dan FAT32)

FAT adalah singkatan dari File Allocation Table. Digunakan awal tahun 80-an dan dikenal sebagai file DOS. Pada awalnya hanya untuk beroperasi pada komputer berkapasitas rendah. FAT mengalami bermacam evolusi, dimana versi awalnya hanya menyokong komputer berkapasitas tidak lebih dari 32 MB untuk setiap bagian/partisi, kemudian terus berkembang hingga 528 MB dan terus meningkat sampai 2 GB.
Kekurangan FAT16
·         Kurangnya ruang penyimpanan. Tidak ada tambahan program atau file terutama bagi yang menggunakan sistem dengan Windows95 dan mempunyai hard disk melebihi 512 MB.
·         Tidak efektif. Ukuran cluster yang besar menyebabkan terjadinya pemborosan.
·         Tidak efisien dalam susunan file dan meminta user sering melakukan defrag agar mendapatkan cluster sebelumnya yang tidak terpakai sepenuhnya.
·         Ukuran maksimum disk yang dapat disokong FAT16 dalam hard disk adalah 2 GB.
Cara Penyimpanan Data
Apabila suatu file disimpan atau suatu program diinstal komputer akan menyimpan semua data mengenai aktivitas tersebut di satu kawasan kecil dalam hard disk yang dinamakan cluster.
Semakin kecil ukuran cluster, semakin baik data itu disimpan dan diurus. Ukuran cluster ditentukan oleh partisi dan partisi ditentukan oleh sistem file yang ditetapkan semasa hard disk diformat.
Keunggulan FAT32
·         Menggunakan 32 bits untuk merepresentasikan cluster.
·         Menyediakan ukuran drive lebih besar, bahkan sampai dengan 2 TB.
·         Menggunakan tempat lebih efisien. FAT 32 menggunakan ukuran cluster yang lebih kecil ($ KB cluster untuk ukuran drive 8 GB), lebih efisien dibandingkan FAT16.
·         FAT32 lebih kuat. FAT32 dapat menampung folder utama dan dapat menggunakan backup copy dari tabel alokasi file dari pada default copy.
·         FAT32 lebih fleksibel. Folder utama pada FAT32 adalah rantai grup biasa. Jadi dapat ditempatkan dimana pun pada drive dan tidak ada lagi batasan jumlah masukan untuk folder.

NTFS

NTFS adalah singkatan dari New Technology File System. Beberapa keunggulan NTFS adalah:
·         Reliability
Satu hal yang penting dari sebuah file system yang serius adalah bahwa file system tersebut harus dapat pulih kembali dari masalah tanpa kehilangan data hasil. Disini NTFS mencegah hilangnya data dan memperkecil toleransi dari kesalahan dalam processing.
·         Security dan Access Control
Kelemahan dari FAT adalah ketidakmampuan mengontrol akses file atau folder dari hard disk, sehingga memungkinkan pihak luar untuk mengubah data pada suatu sistem jaringan.
·         Breaking Size Barriers
Karena pada sistem FAT dalam hal ini FAT16 tidak dapat mempartisi lebih dari 4 GB, sedang NTFS didesain untuk partisi yang jauh lebih besar.
·         Storage Efficiency
·         Long File Names
·         Networking
·         Storage Fault Tolerance
·         Multiple Data Stream
·         Unicode Names
·         Improved File Attribute Indexing
·         Data Compression
·         Encryption
·         Reparse Points

ZFS

File system ZFS adalah file system baru revolusioner yang secara fundamental mengubah bagaimana mengadministrasi suatu file system. Dengan fitur dan keuntungan yang tidak ditemukan pada file system manapun. ZFS didesain untuk menjadi file system yang scalable, mudah di administrasi dan bersifat robust

EXT2

EXT2 adalah singkatan dari Second Extended File System. Dirancang oleh Remy Card sebagai file system yang ekstensibel dan powerful untuk digunakan pada sistem operasi Linux. Ext 2 merupakan file system yang paling banyak digunakan oleh para pengguna Linux.
Kemampuan dasar Ext2
·         File system Ext2 mampu menyokong beberapa file yang standar dari UNIX, seperti regular file, directories, device special files, dan symboloc links.
·         Ext2 mampu mengatur file-file system yang dibuat dalam partisi yang besar.
·         Mampu menghasilkan nama-nama file yang panjang.
·         Memerlukan beberapa blok untuk super user.
Kemampuan tambahan Ext2
·         Mampu menyokong beberapa ekstensi yang biasanya tidak diberikan dalam file system UNIX.
·         Atribut-atribut dari file memperbolehkan user untuk mengubah perilaku kernel pada waktu bekerja pada suatu set file.
·         Seseorang dapat mengatur atribut-atribut dalam suatu file atau direktori.

Cara Sempurna Mengahapus virus yg tidak dpt dihapus SMADAV


1. Scanner dengan SMADAV sampai selesai.
2. Download free software Unlocker Assistant dan run di komputer anda.
3. Setelah selesai d scanner, contoh hasilnya: ada virus New Heur varian.
4. cari dimana letak file yang terinfeksi oleh virus new heur varian. Contoh:
    C: windows\system32\driveStore\FileRepositori\xcbd........
    Note: Lihat file tsb di menu SMADAV Quarantine yah!
             Biasanya virus suka diam di file: window-system-system32 atau di winsxs
5. setelah file virus tsb ditemukan. saatnya memakai unlocker assistant dengan pilih 
   delet lalu ok.
6. lakukan cara tsb dengan manual pada file yang terkena virus.
7. setelah selesai, lakukan scanner ulang dengan smadav. pasti sudah tidak ada lagi
    virusnya.

Selamat mencoba para Smadaver mania...

Konsep Jarkom dan SO untuk Client Server

Konsep Jaringan Komputer

Computer Network, atau jaringan komputer, merupakan sekumpulan komputer yang dihubungkan melalui media fisik dan software yang memfasilitasi komunikasi antara komputer-komputer tersebut.
Media fisik ini bisa berupa kabel, atau udara yang menjadi media bagi komunikasi elektromagnetik. Masing-masing komputer terhubung melalui media fisik dengan menggunakan kartu jaringan (network interface card = NIC) atau di pasaran disebut Ethernet Card. Segala proses transmisi melalui media fisik akan melalui NIC tersebut.
Bila jaringan komputer yang menempati suatu area lokal, dinamakan (Local Area Network).
Organisasi menggunakan jaringan komputer untuk melakukan sharing resource dan untuk komunikasi online antar komputer/orang.
Tujuan pengadaan jaringan komputer:
  • Berbagi pakai kelengkapan (hardware)
  • Berbagi pakai software
  • Berbagi pakai data (file, database)
  • Komunikasi dan sinkronisasi
Konsep Client – Server
Jaringan client atau server adalah jaringan dimana komputer client bertugas melakukan permintaan data dan server bertugas melayani permintaan tersebut.
Client
User akan membuat permintaan melalui software client. Aplikasi ini berfungsi :
  • Memberikan interface bagi user untuk melakukan jobs.
  • Format request data ke bentuk yang dapat dimengerti oleh server
  • Menampilkan hasil yang diminta pada layar

Server
Jaringan client atau server, server khusus digunakan untuk pemrosesan, penyimpanan dan manajemen data. Server bertugas menerima request dari client, mengolahnya, dan mengirimkan kembali hasilnya ke client.
Untuk itu, server membutuhkan komputer khusus dengan spesifikasi hardware yang jauh lebih baik dan bertenaga dibandingkan hardware untuk client karena komputer harus mampu melayani :
  • Request secara simultan dalam jumlah besar
  • Aktivitas manajemen jaringan
  • Menjamin keamanan pada resource jaringan

Anatomi  program server

Peranan utama suatu program server adalah melayani client yang berjumlah banyak yang memiliki tujuan untuk menggunakan secara bersama sumber daya yang dimiliki oleh server tersebut. Berikut ini adalah karasteristik suatu yang biasanya dimiliki oleh suatu program server.
  • Menanti permintaan client. Program server menghabiskan sebagian besar waktu kerjanya secara pasif menanti permintaan client. Biasanya permintaan ini datang dalam bentuk message melalui sessi komunikasi. Beberapa server menggunakan suatu sesi khusus untuk setiap client. Server yang lainnya menggunakan session yang digunakan secara dinamis. Ada juga yang menggunakan gabungan kedua teknik ini (dedicated dan dinamis). Untuk dapat bekerja dengan baik, server harus tetap dapat bekerja ketika terjadi permintaan yang banyak (rush hour traffic).
  • Melaksanakan banyak permintaan pelayanan pada saat yang bersamaan. Server harus sesegera mungkin melaksanakan pelayanan yang diminta oleh client. Hal ini berarti, client tak boleh bergantung pada proses server yang hanya memiliki thread tunggal. Server harus dapat secara konkuren menyediakan pelayanan dengan tetap menjaga integritas sumber dayanya.
  • Mendahulukan client yang memiliki prioritas lebih tinggi (VIP). Server harus menyediakan beberapa tingkatan prioritas untuk clientnya. Misal untuk suatu pekerjaan batch dilakukan pada tingkatan prioritas yang rendah, sedangkan untuk pekerjaan yang berkaitan dengan On Line Transaction Processing (OLTP) dilakukan dengan prioritas tinggi.
  • Memulai dan melaksanakan aktifitas pekerjaan di background. Server harus dapat menjalankan program di background, misal melakukan download record dari database utama selama waktu tidak sibuk. Inisiatif ini harus dapat dilakukan secara otomatis oleh server.
  • Tetap menjaga agar sistem tetap selalu bekerja. Program server biasanya tergolong mission-critical application. Akan terjadi kerugian bila server tak bekerja melayani client. Dengan demikian program server dan environmentnya harus dapat bekerja secara robust (tahan terhadap gangguan).
  • Bertambah besar. Biasanya program server membutuhkan memori dan prosesor yang besar. Environment dari server haruslah dapat di upgrade dan memiliki skalabilitas yang baik.

Sistem Operasi untuk Server

Pada suatu lingkungan sistem terdistribusi, sistem operasi menyediakan fungsi yang bersifat :
  • Base services : pelayanan utama.
  • Extendes services : pelayanan tambahan.

Pelayanan utama

Program server harus memiliki konkurensi tinggi. Secara ideal, task yang terpisah dapat diberikan untuk setiap client, dan didisain agar task tersebut selalu memberikan dukungan konkurensi. Pengelolaan task (task management) terbaik dilakukan oleh sistem operasi multitasking. Multitasking merupakan cara alami untuk menyederhanakan suatu aplikasi kompleks yang dapat dibagi-bagi menjadi kumpulan task yang dapat berjalan secara konkuren. Task-task ini secara logis terpisah. Hal ini akan meningkatkan, unjuk kerja, keluaran (throughput), modularitas, dan respons dari program server. Multitasking juga berkaitan dengan suatu mekanisme untuk mengkoordinasikan antar task, dan pertukaran informasi antar task.
Server juga membutuhkan konkurensi tingkat tinggi untuk program tunggal. Program server akan berjalan lebih efisien bila task task tersebut dialikasi pada program yang sama, daripada dialokasikan pada berbagai task. Bagian kecil program ini disebut coroutines atau thread. Task dengan program yang sama akan mempercepat pergantian konteks (context switching) dan untuk menggunakan data secara bersama.
Pelayanan dasar dari suatu Sistem Operasi pada server:
  • Task preemption. Suatu Sistem operasi yang bersifat task premptive, harus dapat berpindah ke task lain sebelum task ini selesai. Lebih aman bila program dijalankan pada suatu sistem operasi yang telah menangani pemindahan task secara pre empsi ini.
  • Task priority. Suatu sistem operasi harus melaksanakan task berdasarkan prioritas yang dimiliki oleh task tersebut.
  • Semaphore. Suatu sistem operasi harus menyediakan mekanisme sikronisasi yang sederhana dan untuk menjaga task yang berjalan secara konkuren untuk saling mengganggu ketika sedang mengakses sumber daya yang sama. Mekanisme ini dikenal dengan nama semaphore, digunakan untuk mensinkronisasi aksi task yang mandiri, dan memberi peringatan ketika terjadi suatu error.
  • Interprocess Communication (IPC). Suatu sistem operasi juga harus menyediakan mekanisme agar task yang mandiri tersebut dapat saling bertukar data atau menggunakan data secara bersama.
  • Local/Remote IPC. Suatu sistem operasi harus dapat melakukan pembelokan (redirection) secara transparan ketika terjadi pemanggilan interprocess untuk suatu proses remote melalui jaringan. Hal ini dilakukan tanpa program aplikasi menyadarinya. Perpanjangan dari kemampuan ini menjadikan sumber daya dan proses dapat dengan mudah dipindahkan ke mesin lainnya.
  • Thread. Digunakan untuk menghasilkan suatu program yang sangat konkuren dan bekerja berdasarkan event-driven. Untuk setiap event yang akan terjadi dapat ditunjuk suatu thread yang akan memblok hingga event tersebut terjadi.
  • Intertask Protection. Sistem operasi harus mampu melindungi task agar saling tak mengganggu. Suatu task tunggal tak boleh membuat keseluruhan sistem berhenti bekerja. Proteksi juga dilakukan pada sistem file dan pemanggilan fungsi sistem operasi.
  • Multiuser High Performance File System. Sistem file harus mendukung task banyak dan menyediakan fasilitas locking yang melindungi integritas data. Program server biasanya bekerja dengan beberapa file secara bersamaan. Sistem operasi harus mendukung kemampuan membuka file dalam jumlah besar secara bersama-sama tanpa banyak mempengaruhi unjuk kerja.
  • Pengelolaan memori secara efisien. Sistem memori harus mendukung secara efisien program yang besar dan data object yang besar (grafik, suara dll).
  • Dynamically Linked Run Time Extensions. Kemampuan sistem operasi harus ditambah dengan mudah. Suatu mekanisme harus disediakan, agar pelayanan dapat bertambah pada saat penggunaan, tanpa perlu melakukan kompilasi pada seluruh sistem operasi.

Pelayanan tambahan (extended services)

Pelayanan tambahan menyediakan software sistem tambahan yang dapat memanfaatkan potensi jaringan yang terdistribusi, akses yang fleksible untuk menggunakan informasi bersama-sama, memungkinkan sistem lebih mudah dikelola dan dirawat. Di samping itu juga menjadikan pembuat perangkat lunak dan sistem integrator menjadi lebih mudah menyusun suatu aplikasi server yang baru.
Pelayanan tambahan, sebagian ada yang belum tersedia pada sistem operasi komersial pada saat ini :
  • Fasilitas Komunikasi Data Kemampuan tambahan operasing sistem harus memiliki fungsi yang mendukung stack protocol komunikasi data. Sehingga memungkinkan server berkomunikasi dengan server yang lainnya dan kepada client yang berbeda jenisnya. Server juga mampu berkomunikasi dengan server lainnya ketika membutuhkn kemampuan server lainnya tersebut.
  • Network Operating System Kemampuan tambahan sistem operasi harus mampu memberikan fasilitas untuk menyediakan file dan print service melalui jaringan komputer.
  • Binary Large Objects (BLOB) Image, Video, Graphics, Intelligent Document, dan database snapshot akan menguji kemampuan sistem operasi, database dan jaringan. Object besar ini membutuhkan kemampuan sistem operasi tambahan, seperti intelligent message streams, format represetansi objects. Juga kemampuan jaringan untuk memindahkan data dalam jumlah besar. Database, dan sistem file harus mampu menyimpan data berukuran besar ini. Protokol tambahan juga dibutuhkan agar dapat dilakukan pertukaran data BLOB antar program aplikasi.
  • Direktori global dan Network Yellow Pages Kemampuan tambahan sistem operasi harus mampu menyediakan cara untuk client agar dapat mengetahui lokasi server di jaringan dan service yang disediakannya dengan menggunakan sistem direktori yang mampu bekerja secara global. Sumber daya di jaringan harus dapat diperoleh dengan cukup dengan menggunakan nama saja. Secara dinamis server mampu mendaftarkan pada penyedia direktori seluruh service yang disediakannya.
  • Authentication and Authorization Services Kemampuan tambahan sistem operasi ini harus menyediakan cara agar server dapat membuktikan keabsahan client.
  • Pengelolaan Sistem (System Mangement) Kemampuan tambahan sistem operasi ini harus mampu mengintegrasikan pengelolaan jaringan dan sistem. Pengelolaan sistem termasuk service untuk mengkonfigurasi sistem dan menyediakan kemampuan memonitor kemampuan seluruh elemen, serta membangkitkan peringatan ketika terjadi kesalahan. Ditambah dengn kemampuan mendistribusikan dan mengelola perangkat lunak untuk client, memeriksa virus dan intruder, serta kemampuan melakukan perhitungan biaya penggunaan sumber daya (software metering).
  • Network Time Kemampuan tambahan sistem operasi ini harus menyediakan suatu mekanisme bagi client dan server untuk melakukan sinkronisasi clock.
  • Pelayanan Database dan Transaksi. Kemampuan tambahan sistem operasi ini harus  menyediakan suatu DBMS multi user yang robust. DBMS ini harus mendukung SQL untuk decision support dan server-stored procedures pada pelayanan transaksi. Server-stored procedure dibuat di luar sistem operasi oleh programmer. Fungsi yang lebih canggih lagi termasuk Transaction Processing Monitor (TP Monitor) untuk mengelola sotred procedured (atau transaksi) secara satuan kerja atomik yang dieksekusi pada satu atau lebih server.
  • Pelayanan Internet. Internet adalah suatu jaringan yang memberikan kesempatan penggunaan suatu server. Diharapkan pelayanan Internet menjadi kemampuan standard dari suatu sistem operasi termasuk, HTTP daemon, Secure Socket Layers (SSL), firewall, Domain Name System (DNS), file system yang berbasiskan HTML, kerangka kerja untuk perdagangan elektronis.
  • Pelayanan Object Oriented. Kemampuan ini masih belum banyak tersedia pada sistem operasi komersial pada saat ini. Sistem operasi akan meyediakan object broker services yang memungkinkan setiap obyek berinteraski dengan obyek lainnya di jaringan. Sistem operasi juga harus menyediakan pelayanan pertukaran obyek (object interchange services) dan kumpulan obyek (object repository). Aplikasi client server  masa mendatang merupakan komunikasi antar obyek.

Kamis, 19 Mei 2011

PENGERTIAN MULTI-USER DAN MULTI-TASKING

Multi-user adalah istilah dalam sistem operasi atau perangkat lunak aplikasi yang memperbolehkan akses oleh beberapa pengguna dalam waktu bersamaan ke sistem operasi atau aplikasi tersebut. Istilah lawannya yaitu single-user mengacu kepada suatu sistem operasi yang hanya bisa digunakan oleh satu pengguna setiap saat.

Multitasking adalah istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada sebuah metode dimana banyak pekerjaan atau dikenal juga sebagai proses diolah dengan menggunakan sumberdaya CPU yang sama. Dalam kasus sebuah komputer dengan prosesor tunggal, hanya satu instruksi yang dapat bekerja dalam satu waktu, berarti bahwa CPU tersebut secara aktif mengolah instruksi untuk satu pekerjaan tersebut. Multitasking memecahkan masalah ini dengan memjadwalkan pekerjaan mana yang dapat berjalan dalam satu waktu, dan kapan pekerjaan yang lain menunggu untuk diolah dapat dikerjakan. Kondisi mengalokasikan CPU dari pekerjaan satu ke pekerjaan yang lain disebut context switch. Ketika context switch terjadi dengan sangat cepat -- kondisi ini cukup untuk memberikan ilusi pengolahan-paralel. Bahkan dalam komputer yang memiliki lebih dari satu CPU (disebut multi-prosesor), multitasking memperbolehkan lebih banyak pekerjaan dijalankan dibanding dengan jumlah CPU yang tersedia.
Sistem operasi komputer dapat juga mengadopsi berbagai macam strategi penjadwalan, yang secara garis besar dapat dikategorikan sebagai berikut:
  • Dalam sistem multi-program, pekerjaan yang sedang diolah terus berjalan hingga membutuhkan suatu operasi yang memerlukan interaksi dari luar. (e.g. membaca dari tape). Sistem multi-program didesain untuk memaksimalkan penggunaan CPU.
  • Dalam sistem time-sharing , pekerjaan yang sedang diolah diharuskan melepaskan kerja CPU, baik secara sukarela atau dari interaksi luar, seperti interupsi-perangkat-keras. Sistem Time-sharing didesain untuk memperbolehkan beberapa program seolah diproses secara bersamaan.
  • Dalam sistem real-time, beberapa program yang sedang menunggu dijamin untuk mendapatkan pengolahan dari CPU ketika interaksi luar terjadi. Sistem real-time didesain untuk melakukan kontrol mekanik seperti robot-robot industri, yang memerlukan ketepatan pemrosesan.